PUSAKA https://journal.blamakassar.com/pusaka <p>“Pusaka” Jurnal Khazanah Keagamaan terbit dua kali dalam setahun pada bulan Juni dan Desember. Redaksi menerima tulisan mengenai Khazanah Keagamaan, meliputi: naskah klasik, naskah kontemporer, sejarah sosial keagamaan, arkeologi religi, tradisi dan budaya keagamaan, baik berupa artikel hasil penelitian, kajian non penelitian, dan tinjauan buku.</p> en-US risma.yw@gmail.com (Risma Yuliana Wahab) blamputri@gmail.com (Nurhidayah Putri Wijayanti Yusuf) Tue, 30 Jun 2026 00:51:12 +0000 OJS 3.1.1.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 MANAJEMEN STRATEGIS IKATAN ALUMNI DALAM PENGEMBANGAN PONDOK PESANTREN ANNAHDLAH MAKASSAR: ANALISIS KONDISI, FAKTOR, DAN STRATEGI https://journal.blamakassar.com/pusaka/article/view/1653 <p>Penelitian ini membahas manajemen strategis ikatan alumni dalam mendukung pengembangan Pondok Pesantren Annahdlah Makassar. Permasalahan yang dikaji dirumuskan dalam tiga pertanyaan: bagaimana kondisi manajemen ikatan alumni dalam mendukung pengembangan pesantren; faktor-faktor apa yang memengaruhi efektivitas pengelolaan dan keterlibatan alumni; dan strategi apa yang relevan untuk mengoptimalkan peran alumni secara berkelanjutan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya kontribusi alumni akibat lemahnya tata kelola, koordinasi kelembagaan, serta belum terbangunnya sistem informasi alumni yang terintegrasi.</p> <p>Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui proses kondensasi data, penyajian tematik, dan penarikan kesimpulan secara induktif dengan verifikasi silang antar sumber.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikatan alumni telah memiliki legitimasi struktural dan modal sosial berbasis relasi spiritual kiai–santri yang kuat. Namun demikian, efektivitasnya masih terkendala pada aspek perencanaan strategis, sistem keuangan, basis data alumni, dan komunikasi organisasi. Faktor pendukung utama adalah loyalitas alumni dan dukungan pimpinan pesantren, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan sistem manajerial dan mobilitas alumni. Strategi optimalisasi yang direkomendasikan mencakup penguatan tata kelola organisasi, digitalisasi sistem informasi alumni, pengembangan program kolaboratif berbasis kebutuhan institusi, serta peningkatan kapasitas kepemimpinan pengurus.</p> Andy Andy, Akramun Nisa, Amran Eku ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.blamakassar.com/pusaka/article/view/1653 Tue, 30 Jun 2026 00:32:21 +0000 KONSEP KAFA’AH DALAM PERKAWINAN BANGSAWAN BUGIS DI KECAMATAN BALUSU KABUPATEN BARRU: DIALEKTIKA HUKUM ISLAM, ADAT, DAN SIRI’ https://journal.blamakassar.com/pusaka/article/view/1654 <p>Konsep kafa’ah dalam fikih Islam secara normatif dipahami sebagai pertimbangan etis dalam perkawinan dan bukan sebagai syarat sah akad nikah. Namun, dalam praktik sosial masyarakat adat, khususnya di kalangan bangsawan Bugis, kafa’ah kerap mengalami kontekstualisasi yang berkaitan erat dengan status sosial, nasab, dan nilai siri’. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana konsep kafa’ah dipraktikkan dalam perkawinan bangsawan Bugis serta menjelaskan relasinya dengan hukum Islam, adat, dan sistem stratifikasi sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif-sosiologis dan antropologi hukum, melalui analisis literatur fikih, studi hukum adat, serta kajian terhadap penelitian-penelitian relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kafa’ah dalam konteks bangsawan Bugis telah bertransformasi menjadi mekanisme sosial yang berfungsi menjaga kehormatan kolektif dan stabilitas tatanan adat, terutama melalui penekanan pada kesetaraan nasab. Meskipun tidak bersifat mengikat secara hukum Islam, praktik tersebut memperoleh legitimasi adat selama tidak bertentangan dengan prinsip keadilan dan kesetaraan. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan kontekstual dan interdisipliner dalam memahami hukum perkawinan Islam agar selaras dengan realitas sosial masyarakat adat.</p> Muhammad Suryadi R, Muhammad Akbar ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.blamakassar.com/pusaka/article/view/1654 Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000 FUSI HORIZON DALAM DALIL TIFA: DAKWAH ISLAM DAN KOSMOLOGI LOKAL DALAM TRADISI LISAN TERNATE https://journal.blamakassar.com/pusaka/article/view/1655 <p><em>Dalil Tifa is an oral tradition of the Ternate community, rich in Islamic dakwah messages conveyed through culturally embedded metaphors. Despite its long history, systematic analysis of its theological content using modern philosophical hermeneutics remains limited. This study aims to identify the Islamic da’wah messages in Dalil Tifa, examine the role of metaphors as vehicles for theological communication, and assess the relevance of cultural-based da’wah. A qualitative approach is employed using Gadamerian hermeneutics, incorporating the concepts of horizon fusion (Horizontverschmelzung), history of effects (Wirkungsgeschichte), and productive prejudice (Vorurteil). Texts are collected through document studies and in-depth interviews with local elders and Islamic scholars. Findings reveal three dimensions of da’wah: (1) creed, reinforcing tawhid through metaphors of nature and local cosmology; (2) ethics, formulating social morality grounded in Islamic values; and (3) adat-religion integration, embedding Sharia principles within Ternate customs through the principle of adat matoto agama. Horizon fusion demonstrates that Dalil Tifa functions as a viable model of culturally grounded da’wah relevant for contemporary Islamic practice in Eastern Indonesia</em></p> Rakhmat ibn Harun, Muhammad Najmuddin ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.blamakassar.com/pusaka/article/view/1655 Tue, 30 Jun 2026 00:36:32 +0000 TAHAWWULAT LAQAB AL-HAJJ: THEORY OF SEMIOTICS ATAS KONTRADIKSI PRIVILEGE SIMBOLIK HAJI PADA FALSAFAH SIRI’ SEBAGAI PENGUATAN NILAI LOKAL SUKU BUGIS https://journal.blamakassar.com/pusaka/article/view/1660 <p><em>The tradition of conferring the hajj title in Bugis society not only reflects spiritual accomplishment but has also undergone a shift in meaning, transforming into a symbol of social status that creates stratification within the community structure. This phenomenon is closely related to the siri’ philosophy, which upholds dignity, honor, and self-respect. This study employs a qualitative approach with an ethnographic method through observation, in-depth interviews, focus group discussions (FGDs), and documentation conducted in Sidenreng Rappang Regency. Data analysis was carried out through the processes of reduction, coding, and categorization based on Roland Barthes’ semiotic theory, which includes three levels of meaning denotative, connotative, and mythological. The findings reveal that the hajj title is symbolically interpreted as both a religious marker and a social identity; it generates forms of stratification and social privilege that reinforce social hierarchies, and it reflects a misalignment between the siri’ values rooted in morality and the social practices that tend to emphasize prestige and social display. This research concludes that the shifting meaning of the hajj title has transformed spiritual orientation into a social symbol laden with prestige, thus emphasizing the need to recontextualize siri’ values so that the hajj title can once again be interpreted proportionally as a reflection of piety, honor, and the cultural identity of the Bugis community.</em></p> Halifa Nur Rida, Mutia Aulia, Akhdan Nur Syauqi, Muhammad Rinaldi Rachman; Fitriani Fitriani ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.blamakassar.com/pusaka/article/view/1660 Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000 JIHAD IN QS. AL-TAUBAH: AN ANALYTICAL STUDY OF TAFSIR BUGIS BY AG. DAUD ISMAIL https://journal.blamakassar.com/pusaka/article/view/1665 <p>This study aims to describe AG. Daud Ismail's Bugis interpretation of jihad in QS. al-Taubah and the implementation of jihad in the current context. This study is a literature study with an approach to interpreting the Qur'an using a socio-historical and phenomenological approach. The primary data source is from the al-Munir tafsir by AG. Daud Ismail, while the secondary source is taken from relevant literature. The data collection method uses a literature study and data analysis is carried out using maudu'i (thematic) tafsir. The results show that AG. Daud Ismail's perspective on jihad in QS. al-Taubah is divided into three groups: first, jihad in terms of meaning, which includes the command to fight the disbelievers and hypocrites, jihad with wealth, a firm attitude, and jihad according to one's ability; second, the psychological condition of believers in the command of jihad, such as loving Allah, the Messenger of Allah, and jihad, being sincere, not lazy, and not deceitful; third, rewards and punishments, which include virtues and high status for those who wage jihad and punishment for those who do not carry out the command of jihad. The implementation of jihad in the current context includes jihad in the field of education by seeking knowledge, in the field of da'wah (preaching) with wealth and the Qur'an, and in the field of economics with wealth.</p> Muhammad Sakir, Ahmad Syafi'i, Ilhamzah Ilhamzah ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.blamakassar.com/pusaka/article/view/1665 Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000 IMPLEMENTASI E-PURCHASING BERBASIS INAPROC SEBAGAI UPAYA DIGITALISASI PENGADAAN DI BALAI PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN AGAMA MAKASSAR https://journal.blamakassar.com/pusaka/article/view/1723 <p>Lembaga keagamaan pemerintah memiliki tanggung jawab strategis dalam mengelola sumber daya organisasi secara transparan, akuntabel, dan efisien sebagai bagian dari pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Transformasi digital dalam pengadaan barang dan jasa menjadi salah satu instrumen penting dalam penguatan manajemen organisasi keagamaan pemerintah yang berorientasi pada tata kelola yang bersih dan amanah. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi <em>e-purchasing </em>berbasis <em>Indonesia National Procurement Portal </em>(INAPROC) di Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar sebagai lembaga keagamaan pemerintah, dengan fokus pada aspek infrastruktur digital menggunakan teori implementasi kebijakan Mazmanian dan Sabatier. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi <em>e-purchasing </em>dipengaruhi oleh tiga variabel utama, yaitu karakteristik masalah, kemampuan kebijakan dalam menstruktur implementasi, dan variabel lingkungan non-statutory. Sebelum implementasi digital, sistem pengadaan masih bersifat manual, tidak terintegrasi, dan berbasis arsip <em>hardcopy </em>sehingga menimbulkan inefisiensi</p> <p>&nbsp;</p> <p>administrasi. Integrasi INAPROC dengan SiRUP dan SAKTI membentuk tata kelola pengadaan yang lebih transparan, terdokumentasi, dan akuntabel. Namun demikian, implementasi masih menghadapi hambatan berupa stabilitas jaringan, <em>maintenance </em>sistem, dan adaptasi sumber daya manusia terhadap transformasi digital. Penelitian ini menegaskan bahwa infrastruktur digital menjadi faktor strategis dalam penguatan manajemen organisasi keagamaan pemerintah melalui implementasi <em>e-purchasing </em>yang transparan dan akuntabel.</p> Surya Rahmah Labetubun, Muh. Syarif Ahmad, Muttaqin Muttaqin, Sulaeman Fattah, Alam Tauhid Syukur ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.blamakassar.com/pusaka/article/view/1723 Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000 ISLAM LAMONGAN: AKULTURASI BUDAYA PESISIR-AGRARIS DALAM PERSPEKTIF FUNGSIONALISME STRUKTURAL https://journal.blamakassar.com/pusaka/article/view/1705 <p>Penelitian ini menganalisis dialektika antara nilai Islam dan tradisi lokal dalam membentuk identitas sosial masyarakat Lamongan. Fokus utama kajian ini mengacu pada dinamika pembauran antara ajaran agama yang bersifat transendental dengan praktik kebudayaan lokal yang tetap terjaga sebagai <em>living tradition </em>hingga saat ini. Kontribusi baru yang ditawarkan&nbsp; dalam penelitian ini berupa diskursus karakteristik Islam Lamongan yang lahir dari persilangan dua poros ekologi pesisir utara dan agraris pedalaman. Interaksi dua poros ini secara sosiologis membentuk pola keberagamaan yang distingtif-adaptif.</p> <p>Dengan menggunakan metode sosio-historis melalui pendekatan kualitatif-deskriptif, data dalam penelitian ini dihimpun melalui studi dokumentasi naskah koheren yang bersumber dari&nbsp; data primer dan sekunder, serta dianalisis menggunakan teori fungsionalisme struktural Robert K. Merton. Teori ini diaplikasikan untuk mengungkap fungsi manifes dan fungsi laten di balik ketahanan tradisi lokal yang tetap eksis di tengah arus modernitas. Fokus kajian meliputi penelusuran peran dakwah kultural tokoh sentral Sunan Drajat dan Sunan Sendang Duwur, analisis artefak fisik ikonik, dan observasi digital terhadap praktik tradisi masyarakat Lamongan.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa akulturasi Islam di Lamongan termanifestasikan secara harmonis melalui simbol artefak gapura bersayap, tradisi lisan Kentrung Sunan Drajat, Tari Mayang Madu, Tari Boran, kuliner warisan Sego Langgi, dan Sedekah Bumi. Temuan ini menegaskan bahwa praktik tersebut menjalankan fungsi manifes sebagai media spiritualitas dan fungsi laten sebagai fondasi utama dalam memperkuat solidaritas masyarakat. Implikasi penelitian ini tidak sekadar memperkaya khazanah <em>living Islam </em>di Indonesia, tetapi juga menyuguhkan model akulturasi budaya yang adaptif terhadap kearifan lokal (<em>local wisdom</em>) serta efektif dalam menjaga stabilitas sistem sosial dalam masyarakat multikultural modern.</p> NAHDLIYYATUL AZIMAH, RAHMAN HAKIM, - ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.blamakassar.com/pusaka/article/view/1705 Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000 WACANA SPIRITUALITAS DALAM PRAKTIK MEDITASI GERAK SARDIWA SEBAGAI PRODUKSI KESADARAN TUBUH PADA PADEPOKAN PANTJALI https://journal.blamakassar.com/pusaka/article/view/1708 <p>Perkembangan spiritualitas kontemporer menunjukkan pergeseran dari praktik berbasis doktrin menuju pengalaman langsung yang menempatkan tubuh sebagai medium utama kesadaran. Namun, kajian yang ada masih cenderung menempatkan spiritualitas sebagai pengalaman subjektif, sehingga kurang memperhatikan peran tubuh dalam proses embodied. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana praktik meditasi gerak Sardiwa di Padepokan Pantjali memproduksi kesadaran tubuh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis secara deskriptif-interpretatif dengan merujuk pada konsep embodiment, fenomenologi tubuh, dan technologies of the self. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran tubuh diproduksi melalui teknik pengolahan napas (prana 1–7), repetisi gerak, dan disiplin diri yang membentuk kepekaan, kontrol diri, serta pengalaman reflektif. Sardiwa juga berfungsi sebagai respons kultural terhadap krisis makna dengan merekonstruksi relasi tubuh, kesadaran, dan pengalaman hidup. Temuan ini menegaskan bahwa spiritualitas merupakan proses pembentukan subjek yang bersifat embodied, sekaligus menempatkan tubuh sebagai locus utama dalam produksi kesadaran spiritual.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> spiritualitas, embodiment, kesadaran tubuh, meditasi gerak, Sardiwa</p> sephia putri fatima ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.blamakassar.com/pusaka/article/view/1708 Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000 KESADARAN RELIGIUS DAN KRITIK DUNIAWI DALAM LIRIK LAGU BUGIS ‘RAPANGNGI AJU’: KAJIAN HERMENEUTIK KEISLAMAN https://journal.blamakassar.com/pusaka/article/view/1707 <p>Penelitian ini mengkaji lirik lagu Bugis <em>“Rapangngi Aju”</em> yang mengandung pesan religiusitas Islam dan kritik terhadap orientasi kehidupan duniawi dalam masyarakat Bugis. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana makna simbolik dalam lirik lagu tersebut merepresentasikan kesadaran religius serta bagaimana teks tersebut dapat dipahami sebagai media dakwah kultural. Penelitian ini penting dilakukan karena sastra lisan Bugis tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi estetika budaya, tetapi juga sebagai sarana internalisasi nilai-nilai keagamaan yang masih belum banyak dikaji secara mendalam dalam perspektif hermeneutik keislaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi teks (<em>textual study</em>) melalui metode analisis hermeneutik keislaman. Data utama penelitian berupa lirik lagu <em>“Rapangngi Aju”</em> dalam bahasa Bugis beserta terjemahannya, sedangkan data pendukung diperoleh dari literatur ilmiah yang relevan dengan kajian sastra lisan, religiusitas, dan hermeneutik. Teknik analisis dilakukan melalui interpretasi simbolik, kontekstual, dan rekonstruksi makna religius dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu tersebut merepresentasikan oposisi makna antara kehidupan duniawi dan spiritualitas Islam, di mana simbol-simbol seperti pohon, harta, dan umur panjang dikonstruksikan sebagai sesuatu yang tidak bermakna tanpa ibadah kepada Tuhan, khususnya shalat. Selain itu, lagu ini juga menegaskan konsep dunia sebagai tempat persinggahan dan amal saleh sebagai bekal utama menuju akhirat. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa <em>Rapangngi Aju</em> berfungsi sebagai media dakwah kultural yang efektif dalam membangun kesadaran religius masyarakat melalui simbol-simbol budaya lokal Bugis.</p> Sumarlin Rengko HR, Abdul Rauuf Muri, Muhlis Hadrawi, Pammuda Pammuda, Mutahharah Nemin Kaharuddin ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.blamakassar.com/pusaka/article/view/1707 Tue, 30 Jun 2026 00:48:08 +0000 PARADOKS MERITOKRASI DAN ETIKA KEPEMIMPINAN: IMPLIKASI SOSIOKULTURAL DARI KESENJANGAN STANDAR PENDIDIKAN PEJABAT PUBLIK DI INDONESIA https://journal.blamakassar.com/pusaka/article/view/1717 <table width="529"> <tbody> <tr> <td width="448"> <p><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kesenjangan kualifikasi pendidikan antara pembuat kebijakan politik dan pelaksana birokrasi di Indonesia telah melampaui wacana konstitusi dan berujung pada krisis keadilan epistemik dan etika kepemimpinan. Studi ini meneliti implikasi sosio-kultural dan hukum dari paradoks di mana pejabat publik strategis (Presiden, Legislator, Kepala Daerah) hanya membutuhkan ijazah SMA, sementara pegawai negeri sipil dan pendidik diharuskan memiliki gelar pendidikan tinggi. Dengan menggunakan desain metode campuran kualitatif, studi ini mengintegrasikan analisis yuridis-normatif dengan meta-sintesis kualitatif berdasarkan protokol PRISMA terhadap 15 literatur terkemuka. Hasil analisis menunjukkan bahwa "tirani kredensialisme terbalik" ini melembagakan defisit keadilan epistemik, yang secara langsung berkorelasi dengan tingginya produksi legislasi yang cacat secara material dan suburnya patronase birokrasi lokal. Selain itu, tidak adanya penyaringan kognitif di tingkat elit bertentangan dengan etika kepemimpinan universal dan nilai-nilai Islam (Fathonah). Sebagai hal baru, studi ini menolak solusi reduksionis berupa peningkatan persyaratan gelar formal dan konseptualisasi Ambang Batas Akademik Substantif (SAT). Studi ini juga merekomendasikan pelembagaan Sertifikasi Kompetensi Legislasi Nasional untuk kandidat politik, penerapan kerangka Demokrasi Bertingkat dalam seleksi internal partai, dan penguatan audit meritokratis eksternal berbasis algoritma (penguncian sistem) untuk melindungi otonomi pegawai negeri sipil. Kalibrasi sistemik ini menawarkan jalan tengah yang mempertahankan inklusivitas demokratis sekaligus menjamin integritas rasional produk hukum negara.</span></span></em></p> <p><strong><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kata kunci:</span></span></em></strong><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> keadilan epistemik; meritokrasi; etika kepemimpinan; ambang batas akademis substantif; hukum konstitusional.</span></span></em></p> </td> </tr> </tbody> </table> Muhammad Halomoan, Saprillah Saprillah, Yusuf Hadijaya, Mesiono Mesiono ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.blamakassar.com/pusaka/article/view/1717 Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000