Kearifan Lokal Dalam Harmonisasi Beragama Masyarakat Fakfak Papua Barat
Abstract
Perbedaan agama tersebut merupakan integrasi dalam lingkungan yang sama. Isu yang menarik dalam kajian ini adalah adanya percampuran agama dalam suatu masyarakat sehingga bisa hidup saling hormat menghormati bukan hanya itu. Akan tetapi, masyarakatnya-pun bisa saling menerima dan rukun. Dialektikan percampu- ran agama tersebut melahirkan sebuah kearifan lokal yang dipahami dan di- peraktikkan oleh masyarakat Fakfak. Selain itu, adanya kearifan lokal yang dikon- sepsikan “satu tungku tiga batu” itu dipelihara, dijaga, dan dilestarikan dengan penuh kearifan hingga mengikat sebuah persaudaraan yang sangat karib. Riset ini bertujuan untuk mencari dialektika sebuah percampuran agama (Islam, Kristen, dan Protestan) dan kearifan lokal dalam harmonisasi masyarakat Fakfak dalam konteks beragama.
References
Departemen Agama Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam. 2005. Rekonstruksi Sejarah Pendidikan Islam Di Indonesia.
Dermawan, Andy dkk.(ed.).2002.
Metodologi Ilmu Dakwah.
Yogyakarta:LSFI.
Edi, Sedyawati.2006. Budaya Indo- nesia Kajian Arkeologi, Seni, dan Sejarah. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Engkusu Kuswarno, M.S.2009.
Metodologi Penelitian Komuni- kasi Fenomenologi Konsepsi Pe- doman, dan Contoh Penelitian- nya. Bandung: Widya Padjajaran.
Geertz, Clifford.1973.Interpretation of Cultures. New York: Basic Books.
Haba, John. 2007. Revitalisasi Kearifan Lokal: Studi Resolusi Konflik di Kalimantan Barat, Maluku dan Poso. Jakarta: ICIP dan Eropean Commision.
Karim, M. Abdul. 2007. Islam Nusantara. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher.
Koentjaraningrat.1984.Kebudayaan
Jawa. Jakarta: Balai Pustaka.
Lubis, Zulkifli B. 2005.
Menumbuhkan (Kembali) Kear- ifan Lokal dalam Pengelolaan Sumberdaya Alam di Tapanuli Selatan. Jurnal “Antropologi Indonesia”. Departemen Antro- pologi Fisipol Universitas In- donesia Jakarta. Volume 29 No. 3.
Mendikbud. 2010.Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Rajawali.
Nasution, Harun.1985. Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya (Jilid I, Cet. V; Jakarta: UI Press.
Poerwadarminta,W.J.S.2004.Kamus Umum Bahasa Indonesia. Cet. IX; Jakarta: Balai Pustaka.
Putra,Hedy Shri Ahimsa.2006.
Etnosains, Etnotek dan Etnoart: Paradigma Fenomenologis Untuk Revitalisasi Kearifan Lokal, Dalam “Kemajuan Terkini Penelitian Kluster Sosial- Humaniora”, Jumina dan Danang (ed.) (Cet. I; Yogyakarta; Kantor Wakil Rektor Bidang PPM UGM.
Rohimin dkk. 2009.Harmonisasi
Agama dan Budaya di Indonesia
2 Jakarta: Balai Penelitian dan
Pengembangan Agama Jakarta.
Suhartini. 2009. Kajian Kearifan Lo- kal Masyarakat Dalam Pengel- olaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan. Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA, Fakultas MIPA (Universitas Negeri Yog- yakarta.
Zakaria. 1994. Hutan dan Kesejahteraan Masyarakat. Jakarta: Penerbit Walhi.


.png)
.png)

