IMPLEMENTASI E-PURCHASING BERBASIS INAPROC SEBAGAI UPAYA DIGITALISASI PENGADAAN DI BALAI PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN AGAMA MAKASSAR
Abstract
Lembaga keagamaan pemerintah memiliki tanggung jawab strategis dalam mengelola sumber daya organisasi secara transparan, akuntabel, dan efisien sebagai bagian dari pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Transformasi digital dalam pengadaan barang dan jasa menjadi salah satu instrumen penting dalam penguatan manajemen organisasi keagamaan pemerintah yang berorientasi pada tata kelola yang bersih dan amanah. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi e-purchasing berbasis Indonesia National Procurement Portal (INAPROC) di Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar sebagai lembaga keagamaan pemerintah, dengan fokus pada aspek infrastruktur digital menggunakan teori implementasi kebijakan Mazmanian dan Sabatier. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi e-purchasing dipengaruhi oleh tiga variabel utama, yaitu karakteristik masalah, kemampuan kebijakan dalam menstruktur implementasi, dan variabel lingkungan non-statutory. Sebelum implementasi digital, sistem pengadaan masih bersifat manual, tidak terintegrasi, dan berbasis arsip hardcopy sehingga menimbulkan inefisiensi
administrasi. Integrasi INAPROC dengan SiRUP dan SAKTI membentuk tata kelola pengadaan yang lebih transparan, terdokumentasi, dan akuntabel. Namun demikian, implementasi masih menghadapi hambatan berupa stabilitas jaringan, maintenance sistem, dan adaptasi sumber daya manusia terhadap transformasi digital. Penelitian ini menegaskan bahwa infrastruktur digital menjadi faktor strategis dalam penguatan manajemen organisasi keagamaan pemerintah melalui implementasi e-purchasing yang transparan dan akuntabel.
References
Agustino, L. (2016). Dasar-dasar kebijakan publik (Edisi Revisi). Alfabeta.
Arrowsmith, S. (2010). Horizontal policies in public procurement: A taxonomy. Journal of Public Procurement, 10(2), 149–186. https://doi.org/10.1108/JOPP-10-02-2010-B001
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Gunawan, H., & Ramdhani, A. (2021). Digitalisasi pengadaan barang dan jasa pemerintah dalam perspektif pencegahan korupsi. Jurnal Kebijakan Publik, 12(1), 45–58.
Heeks, R. (2006). Implementing and managing eGovernment: An international text. SAGE Publications.
Janssen, M., & Van der Voort, H. (2016). Adaptive governance: Towards a stable, accountable and responsive government. Government Information Quarterly, 33(1), 1–5. https://doi.org/10.1016/j.giq.2016.02.003
Mawarni, D., Gamaputra, G., & Meilinda, S. (2020). Implementasi e-katalog dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. Jurnal Administrasi Publik, 10(2), 112–125.
Mergel, I., Edelmann, N., & Haug, N. (2019). Defining digital transformation: Results from expert interviews. Government Information Quarterly, 36(4), 101385. https://doi.org/10.1016/j.giq.2019.06.002
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Nugroho, R. (2012). Public policy: Dinamika kebijakan, analisis kebijakan, manajemen kebijakan. Elex Media Komputindo.
Nugroho, R. (2021). Kebijakan publik di negara-negara berkembang. Pustaka Pelajar. Nugroho, R. (2022). Kapasitas aparatur dan efektivitas pengadaan elektronik pemerintah.
Jurnal Manajemen Pemerintahan, 14(1), 67–82.
Paudel, N. R. (2009). A critical account of policy implementation theories: Status and reconsideration. Nepalese Journal of Public Policy and Governance, 25(2), 36–54.
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2025 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
Sholeh, M., Widjajanti, K., & Lestari, P. (2023). Pelaksanaan pengadaan barang dan jasa secara elektronik pada instansi pemerintah. Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 11(1), 78–91.
Subarsono, A. G. (2013). Analisis kebijakan publik: Konsep, teori dan aplikasi (Cetakan VI).
Pustaka Pelajar.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi ke-2). Alfabeta. Suryani, Nugroho, & Cadith, J. (2025). The effect of e-purchasing implementation through e-
catalogues on procurement performance. Jurnal Administrasi dan Kebijakan Publik, 10(1), 55–70.
Susniwati, Ardiyansah, & Sukorina. (2025). Implementasi e-government dalam peningkatan akuntabilitas kinerja pemerintah daerah. Jurnal Tata Kelola Pemerintahan, 8(1), 33–47.
Surat Edaran Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Nomor 9 Tahun 2025 tentang Penggunaan E-purchasing dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
Thai, K. V. (2009). International handbook of public procurement. CRC Press. https://doi.org/10.1201/9781420054637
Twizeyimana, J. D., & Andersson, A. (2019). The public value of e-government: A literature review. Government Information Quarterly, 36(2), 167–178. https://doi.org/10.1016/j.giq.2019.01.001
Wibawa, S. (2011). Politik perumusan kebijakan publik. Graha Ilmu.
Wirtz, B. W., Weyerer, J. C., & Geyer, C. (2019). Artificial intelligence and the public sector: Applications and challenges. International Journal of Public Administration, 42(7), 596–615. https://doi.org/10.1080/01900692.2018.1498103
Copyright (c) 2026 PUSAKA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


.png)
.png)

