KESADARAN RELIGIUS DAN KRITIK DUNIAWI DALAM LIRIK LAGU BUGIS ‘RAPANGNGI AJU’: KAJIAN HERMENEUTIK KEISLAMAN
Abstract
Penelitian ini mengkaji lirik lagu Bugis “Rapangngi Aju” yang mengandung pesan religiusitas Islam dan kritik terhadap orientasi kehidupan duniawi dalam masyarakat Bugis. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana makna simbolik dalam lirik lagu tersebut merepresentasikan kesadaran religius serta bagaimana teks tersebut dapat dipahami sebagai media dakwah kultural. Penelitian ini penting dilakukan karena sastra lisan Bugis tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi estetika budaya, tetapi juga sebagai sarana internalisasi nilai-nilai keagamaan yang masih belum banyak dikaji secara mendalam dalam perspektif hermeneutik keislaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi teks (textual study) melalui metode analisis hermeneutik keislaman. Data utama penelitian berupa lirik lagu “Rapangngi Aju” dalam bahasa Bugis beserta terjemahannya, sedangkan data pendukung diperoleh dari literatur ilmiah yang relevan dengan kajian sastra lisan, religiusitas, dan hermeneutik. Teknik analisis dilakukan melalui interpretasi simbolik, kontekstual, dan rekonstruksi makna religius dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu tersebut merepresentasikan oposisi makna antara kehidupan duniawi dan spiritualitas Islam, di mana simbol-simbol seperti pohon, harta, dan umur panjang dikonstruksikan sebagai sesuatu yang tidak bermakna tanpa ibadah kepada Tuhan, khususnya shalat. Selain itu, lagu ini juga menegaskan konsep dunia sebagai tempat persinggahan dan amal saleh sebagai bekal utama menuju akhirat. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa Rapangngi Aju berfungsi sebagai media dakwah kultural yang efektif dalam membangun kesadaran religius masyarakat melalui simbol-simbol budaya lokal Bugis.
References
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. SAGE.
Faizin, F., & Nuryatin, A. (2017). Religiusitas dalam Syair-Syair Tegalan Karya Imam Chumedi. Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 6(1), 100–110. https://doi.org /10.15294/seloka.v6i1.14771
Fitriana, F. (2025). Cenning Rara Dalam Perspektif Komunikasi Islam: Kajian Hermeneutik Mantra Masyarakat Bugis Makassar. RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 7(1), 86–97. https://doi.org/10.47435/retorika.v7i1.3983
Jacob, L. (2025). The Question of Adequacy, from Hermeneutics to Writing Strategies. Human Studies, 48(4), 871–892. https://doi.org/10.1007/s10746-024-09744-3
Munir, M. I. A. (2024). Exploring the Dynamics of Understanding in Western Hermeneutics: From Reproducing Meaning to Rejecting Metanarratives. Jurnal Pemikiran Islam, 4(1), 35–49. https://doi.org/10.22373 /jpi.v4i1.23251
Noor, M. F., & Saputra, E. (2024). Hermeneutics in the Interpretation of Qur’an. International Journal of Education, Culture, and Society, 2(1), 30–39. https:// doi.org/10.58578/ijecs.v2i1.2685
Pratama, C. U., Hajrah, H., & Fitri, S. (2025). Analisis Makna Lagu-Lagu Bugis (Kajian Hermeneutik). Panrita: Jurnal Bahasa Dan Sastra Daerah Serta Pembelajarannya, 5(3), 27–33. https://doi.org/10.26858/ jp.v5i3.77814
Rusli, R., & Yunus, M. (2021). Hermeneutic Aspects Of Al-Qur’an Interpretation: Study of the Book of Tafsir Jalalain. Alif Lam: Journal of Islamic Studies and Humanities, 2(1), 46–59. https://Doi.Org/10.51700/Aliflam.V2i1.289
Saeed, A. (2005). Interpreting The Qur’an: Towards A Contemporary Approach. Routledge.
Sahiron Syamsuddin. (2017). Hermeneutika & Pengembangan ’Ulumul Qur’an. PESANTREN NAWESEA PRESS.
Saidi, A. I. (2008). Hermeneutika, Sebuah Cara Untuk Memahami Teks. Jurnal Sosioteknologi, 7(13), 376–382.
Supratman, Hasaruddin, & Susmihara. (2024). Islam Dan Spiritualitas Manusia Bugis. JURNAL ILMU BUDAYA, 12(2), 58–68. https://doi.org/10.34050/jib.v12i2.36078
Copyright (c) 2026 PUSAKA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


.png)
.png)

