The Transformation of Muhammadiyah and Javanese Islam Relations: From Puritanism to Cultural Da'wah in Kotagede

Transformasi Relasi Muhammadiyah dan Islam Jawa: Dari Puritanisme Menuju Dakwah Kultural di Kotagede

  • Muhammad Syamsuddin Universitas Negeri Yogyakarta
Keywords: Dakwah Kultural, Islam Moderat, Budaya Lokal, Muhammadiyah, Kotagede

Abstract

Abstrak

Artikel ini mengkaji transformasi strategi dakwah Muhammadiyah di Kotagede dari pendekatan puritan menuju dakwah kultural berbasis moderasi. Muhammadiyah yang awalnya menolak berbagai praktik budaya lokal seperti nyadran, slametan, dan ziarah kubur, kini mulai mengakomodasinya dalam kerangka dakwah yang lebih inklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma interpretatif, dan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah kultural Muhammadiyah diwujudkan melalui strategi negosiasi simbolik, pemanfaatan seni lokal seperti ketoprak Islami dan barzanji reformis, serta digitalisasi dakwah melalui platform seperti Instagram, YouTube, dan website resmi. Data lapangan menunjukkan peningkatan signifikan dalam penerimaan sosial, partisipasi masyarakat, dan penurunan konflik horizontal pasca implementasi dakwah kultural. Temuan ini juga menunjukkan adanya gradasi internal dalam tubuh Muhammadiyah Kotagede antara kelompok puritan dan akomodatif, yang secara konstruktif mendorong dinamika dakwah yang demokratis dan adaptif. Artikel ini menegaskan bahwa dakwah kultural berbasis moderasi dapat menjadi model efektif untuk membangun toleransi aktif, memperkuat harmoni sosial, dan memperluas jangkauan Islam wasathiyah di era digital dan masyarakat multikultural. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan model dakwah Islam yang kontekstual, partisipatif, dan berakar pada kearifan lokal.

Kata Kunci: dakwah kultural, islam moderat, budaya lokal, muhammadiyah, kotagede

Abstract

This article examines the transformation of Muhammadiyah's da'wah strategy in Kotagede from a puritanical approach to a cultural da'wah based on moderation. Muhammadiyah, which initially rejected various local cultural practices such as nyadran, slametan, and grave visits, has now begun to accommodate them within a more inclusive da'wah framework. This study employs a descriptive qualitative approach with an interpretive paradigm, utilizing data collection techniques such as in-depth interviews, participatory observation, and documentary analysis. The research findings indicate that Muhammadiyah's cultural da'wah is realized through symbolic negotiation strategies, the utilization of local arts such as Islamic ketoprak and reformist barzanji, and the digitalization of da'wah through platforms like Instagram, YouTube, and the official website. Field data indicate a significant increase in social acceptance, community participation, and a decrease in horizontal conflicts following the implementation of cultural da'wah. These findings also reveal internal gradations within Muhammadiyah Kotagede between puritanical and accommodative groups, which constructively drive democratic and adaptive da'wah dynamics. This article asserts that cultural da'wah based on moderation can serve as an effective model for fostering active tolerance, strengthening social harmony, and expanding the reach of moderate Islam in the digital age and multicultural society. This research is expected to contribute to the development of a contextual, participatory, and locally rooted model of Islamic da'wah.

Keywords: cultural da'wah, moderate Islam, local culture, Muhammadiyah, Kotagede

References

Agung, R. M., Wulandari, N. D., Anjani, R., & Tanjung, H. R. S. (2025). Transformation of Muhammadiyah’s Da’wah in the Digital Era: Progressive-Digital Da’wah Model as an Innovation of the Progressive Islamic Movement. Bulletin of Indonesian Islamic Studies, 4(1), 1–18. https://doi.org/https://doi.org/10.5 1214/biis.v4i1.1469

Alfarizi, A. F. A. (2024). Dakwah Kultural Muhammadiyah Dalam Menghadapi Generasi Digital Native. KOMUNIDA : Media Komunikasi Dan Dakwah : Media Komunikasi Dan Dakwah, 14(2), 194–210. https://doi.org/10.35905/komunida. v14i2.11214

Aziz, A. (2024). Perspektif Muhammadiyah terhadap Kebudayaan di Indonesia. IHSANIKA : Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2(3), 26–38. https://doi.org/10.59841/ihsanika.v 2i3.1359

Azra, A. (2013). Islamisasi Jawa. Studia Islamika, 20(1), 169–177. https://doi.org/10.15408/sdi.v20i1.352

Burhani, A. N. (2016). Muhammadiyah Jawa. In Suara Muhammadiyah. https://balaiyanpus.jogjaprov.go.id/ opac/detail-opac?id=300645

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088 706qp063oa

Charmaz, K. (2006). Constructing Grounded Theory: A practical guide through qualitative analysis (CA: Sage (ed.)). Thousand Oaks

Creswell, J. W., & Poth, C. . (2018). Qualitative Inquiry and Research Design Choosing among Five Approaches. In Sage Publishing (4th Editio). Sage Publications, Inc. https://doi.org/10.1111/1467- 9299.00177

Effendi, D. I., Lukman, D., & Rustandi, R. (2022). Dakwah Digital Berbasis Moderasi Beragama. In Proceedings Uin Sunan Gunung Djati Bandung (Vol. 3, Issue 7). Yayasan Lidzikri. https://digilib.uinsgd.ac.id/50378/

Geertz, C. (1976). The Religion of Java. In Etika Jurnalisme Pada Koran Kuning : Sebuah Studi Mengenai Koran Lampu Hijau (Vol. 16, Issue 2). University of Chicago Press.

Hakim, I., & Muslikhati. (2022). Model Gerakan Ekonomi Muhammadiyah Pasca Muktamar ke 47. Jurnal Sinar Manajemen, 9(2), 315–324. https://doi.org/10.56338/jsm.v9i2.2556

Hakim, L. (2022). Bina Damai dalam Hubungan Muhammadiyah dan PKI di Kotagede 1950-1965 [Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta]. https://repository.uinjkt.ac.id/dspa ce/bitstream/123456789/79009/1/ TA2402.pdf

Mar, N. A., & Purnama Sari, E. (2025). Transformation of Muhammadiyah Da’wah in the Digital Era: Strategy, Challenges and Opportunities. International Journal of Science Technology and Health, 3(1), 23–34. https://doi.org/10.63441/ijsth.v3i1.9

Nakamura, M. (2012). The Crescent Arises over the Banyan Tree. In Institute of Southeast Asian Studies (ISEAS) (Second Enl). https://doi.org/10.2307/1570797

Nashir, H. (2017). Memahami Ideologi Muhammadiyah. In Proceedings of the National Academy of Sciences (4th Editio, Vol. 3, Issue 1). Suara Muhammadiyah. http://dx.doi.org/10.1016/j.bpj.201 5.06.056%0

Patton, M. Q. (1999). Enhancing the quality and credibility of qualitative analysis. Health Services Research, 34, 1189–1208. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/10591279%0Ahttp://www.pubmedc entral.nih.gov/articlerender.fcgi?artid=PMC1089059

Rahmadani, R., Kurniati, & Gassing, Q. (2025). Transformation of Islamic Law in Responding to the Challenges of Plurality in the Digital Era. Al- Adalah : Jurnal Hukum Dan Politik Islam, 10(2), 291–304. https://doi.org/https://doi.org/10.3 0863/ajmpi.v10i2.9073

Riyan, M., & Subarkah, M. A. (2024). Strategi Dakwah Muhammadiyah di Era Digitalisasi : Inovasi dan Tantangan. Student Research Journal, 2(4), 339–346. https://doi.org/10.55606/srjyappi.v 2i4.1407

Romadlan, S. (2024, September). Praktik Moderasi Muhammadiyah Melalui Media Online. Suara, 1–4. https://suaramuhammadiyah.id/read/pr aktik-moderasi-muhammadiyah

Sari, R., Jinan, M., & Maksum, M. N. R. (2024). Gerakan Transformasi Muhammadiyah Di Kotagede Yogyakarta Pandangan Mitsuo Nakamura. Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi, 4(2), 40. https://doi.org/10.31602/jmpd.v4i 2.15342

Songidan, J., Nasor, N., Noor, M., & Yanti, F. (2021). Implementation of Muhammadiyah Da’wah Through Local Cultural Wisdom in The Construction of Ummatan Wasathon in Lampung. Al-Ulum, 21(1), 131–150. https://doi.org/10.30603/au.v21i1. 2171

Suhendra, D., Hermanto, M., Siregar, S., & Abidan, A. A. (2024). Local Culture in the Dynamics of Islamic Religious Organizations (Study on Muhammadiyah Branch of Padang Lawas Utara District). IBDA` : Jurnal Kajian Islam Dan Budaya, 22(2), 321–332. https://doi.org/10.24090/ibda.v21i1. 7781

Syamsuddin, M., Jannah, K., Indriani, N., Sunandar, A. P., & Fathin, M. I. (2021). Sinar Rembulan Menerangi Kebudayaan: Studi Hubungan Muhammadiyah dan Islam Jawa (B. Setiawan (ed.); 1st ed.). Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial UNY. https://www.researchgate.net/publication/392472552_Sinar_Rembulan_Menerangi_Kebudayaan_Studi_Hubungan_Muhammadiyah_dan_Islam_Jawa

Syarofah, A., Ichsan, Y., Rahman, P., Kusumaningrum, H., & Nafiah, S. (2021). Dakwah Muhammadiyah Di-Era Digital Bagi Kalangan Milenial. Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah Dan Kemasyarakatan, 25(1), 48–64. https://doi.org/10.15408/dakwah.v 25i1.21774

Umar, R. (2025). Islam wasathiyah dalam Dakwah dan Era Post Truth. In Suara Muhammadiyah (Issue, p. 4). Suara Muhammadiyah. https://suaramuhammadiyah.id/rea d/islam-wasathiyah-dalam- dakwah-digital-dan-era-post-truth
Published
2026-01-29